Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Monday, January 7, 2013

DIALOG UU PERKOPERASIAN DIBUKA SEBELUM JUDICIAL REVIEW

Dialog soal UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian siap dibuka oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk semua pihak yang berniat melakukan judicial review atas UU pengganti bagi UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi tersebut.

"Kepada semua pihak yang berniat melakukan judicial review sebaiknya lakukan dialog dulu," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Agus Muharram menegaskan, pihaknya siap membuka dialog dengan pihak mana pun yang berniat melakukan judicial review atas UU Perkoperasian yang baru saja disahkan pada akhir 2012 itu.

Agus menilai, pihak-pihak itu perlu memantapkan pengetahuan dan pengertian atas UU tersebut sebelum judicial review agar tidak ada salah persepsi yang muncul.

"Saya pikir itu hanya mispersepsi saja sehingga mereka perlu memantapkan pengertian atas hakekat UU ini. Kami terbuka untuk berdialog," katanya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respon atas rencana sejumlah gerakan koperasi yang ingin melakukan judicial review atas UU Perkoperasian yang baru.

Mereka menilai UU tersebut memberikan pengakuan terselubung atas kepemilikan modal besar di samping juga kontra terhadap sejumlah pasal di dalamnya.

Agus sendiri menilai UU itu sudah merupakan aturan terbaik yang mendukung koperasi agar bisa sejajar dengan pelaku usaha lain di Indonesia.

Apalagi UU itu telah melalui pembahasan dalam dua periode masa kerja DPR atau selama 10 tahun dengan juga melibatkan berbagai pihak termasuk pelaku koperasi hingga akademisi.

"Namun kami juga menyadari judicial review adalah hak bagi setiap warga negara. Kami terbuka dan tidak akan menghalangi," kata Agus Muharram.(ant)

Friday, January 4, 2013

HARGA BERAS DI CIREBON NAIK

Harga berbagai jenis beras di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon, Jawa Barat, terus mengalami kenaikan karena pasokan semakin berkurang saat memasuki musim tanam padi.

"Pasokan beras semakin berkurang saat musim tanam, harga terus mengalami kenaikan akibat permintaan cukup tinggi. Diperkirakan akan bertahan hingga menjelang panen raya," kata seorang pedagang beras di Pasar Jagastru Kota Cirebon, Leman, di Cirebon, Jumat.

Biasanya, katanya, kiriman beras ke pasar-pasar, dalam kondisi normal, tak kurang dari delapan ton setiap hari.

Akan tetapi, saat ini kiriman paling banyak antara lima hingga enam ton, sementara permintaan cukup tinggi.

Harga beras selama sepekan terakhir terus mengalami kenaikan, seperti beras kualitas sedang dijual kurang dari Rp195.000 per karung ukuran 25 kilogram, sedangkan sebelumnya kurang dari Rp185.000.

Dia memperkirakan jika pasokan dari bandar beras semakin terhambat, harga akan kembali naik.

Seorang pedagang lainnya, Muhamad, mengatakan harga beras terus mengalami kenaikan akibat pasokan dari bandar kurang maksimal. Mereka kesulitan mendapatkan gabah kering siap giling.

Kalaupun mereka mendapatkan gabah, katanya, harganya cukup tinggi.

Ia mengatakan harga beras kualitas sedang saat ini Rp195.000-198.000 per karung ukuran 25 kilogram, sedangkan sebelumnya Rp185.000.

Seorang pemasok beras berasal dari Kapetakan, Cirebon Utara, Dian, mengaku harga beras terus naik karena memasuki musim tanam. Dirinya kesulitan mendapatkan gabah dari petani.

Ia menyebut wajar kenaikan harga beras saat musim tanam.

Setelah panen raya, katanya, pasokan gabah dari petani melimpah sehingga harga normal, dan bahkan cenderung turun.

Dia mengharapkan panen raya pada 2013 bisa optimal sehingga pasokan gabah lancar dan mampu memenuhi kebutuhan antara lain di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Jakarta.(ant)

PLN ATAMBUA TAMBAH DUA MESIN PEMBANGKIT

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Atambua menambah dua mesin pembangkit dengan daya satu megawatt untuk meningkatkan layanan listrik kepada masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

"Mesin tersebut akan membantu sejumlah wilayah di daerah ini yang kebutuhan akan daya listrik semakin meningkat untuk bisa menikmati terang," kata Manager Pusat Listrik PLN Rayon Atambua Suparno di Atambua, Jumat.

Wilayah kerja PLN (Persero) Rayon Atambua meliputi Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, dan Timor Tengah Selatan.

Dia menjelaskan dua mesin pembangkit merek Komatsu dengan daya satu megawatt atau 1.000 kilowatt itu, selain untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan perbatasan RI-Timor Leste tersebut, juga untuk mengatasi krisis dan gangguan pemadaman yang selama ini sering terjadi.

Krisis dan pemadaman, katanya, akibat penggunaan masyarakat saat beban puncak serta kendala teknis mesin yang digunakan saat ini.

Ia mengatakan satu mesin tambahan itu akan ditempatkan di PLTD Rayon Atambua, sedangkan satu lainnya di PLTD Umanen, di kawasan selatan Belu.

Saat ini, PLN Rayon Atambua menggunakan mesin pembangkit merek Daihatsu dengan daya di bawah satu megawatt dan telah berusia operasional 20 tahun. Pembangkit itu untuk melayani pelanggan di daerah tersebut.

Ia mengatakan mesin tersebut hingga saat ini masih sanggup untuk beroperasi, memenuhi kebutuhan listrik pelanggan setempat. Pemanfaatkan listrik oleh pelanggan setempat dalam kondisi beban puncak malam mencapai 5.450 kilowatt, sedangkan kapasitas daya mesin tersebut 5.650 kilowatt.

Ia menyebut masih relatif sedikit cadangan daya listrik saat puncak beban malam hari.

Namun, katanya, wajar jika ketersediaan mesin pembangkit sudah harus mencapai satu megawatt, untuk mengatasi kemungkinan penambahan pemanfaatan daya pada malam hari oleh konsumen di daerah itu.

"Mudah-mudahan penambahan tenaga mesin baru dengan daya mencapai satu mega tersebut, bisa memberikan kenyamanan dan layanan baik bagi masyarakat selaku konsumen di batas negara ini, termasuk layanan pemasangan pelanggan baru," kata Suparno.

Terkait ketersedian solar untuk pemenuhan kebutuhan pembangkit, di saat krisis bahan bakar minyak di Kabupaten Belu, Suparno mengaku masih aman, dengan stok 350 ribu liter untuk dua minggu.

Kebutuhan solar untuk operasional mesin pembangkit setiap bulan mencapai 700 ribu liter.

"Untuk kebutuhan bahan bakar minyak, aman dengan stok yang tersedia. Tidak ada masalah," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala PLN Rayon Atambua Fachrudin Muhamad mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan fasilitas listrik kepada warga khususnya di Kabupaten Belu yang wilayahnya berbatasan langsung dengan TImor Leste.

Hingga saat ini, sekitar 25 persen dari total warga Kabupaten Belu telah menikmati layanan listrik berjaringan untuk kebutuhan rumah tangga.

"Semua upaya akan terus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di daerah batas negara yang adalah serambi negara ini," kata Fachrudin.(ant)

Thursday, January 3, 2013

NILAI EKSPOR BENGKULU TURUN 34,92 PERSEN

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat, nilai ekspor pada November 2012 sebesar 16,901 juta dolar AS atau turun sebesar 34,92 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Oktober 2012 yang tercatat sebesar 25,971 juta dolar As.

"Nilai ekspor Bengkulu pada November 2012 mengalami penurunan cukup signifikan yakni 34,29 persen, terutama akibat melemahnya harga komoditas tambang dan perkebunan," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Djoko Santoso di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan, berdasarkan komoditas, nilai ekspor batu bara dari provinsi ini tercatat sebesar 13,155 juta dolar AS atau turun sebesar 41,95 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Oktober 2012 yang tercatat sebesar 22,663 juta dolar AS.

Sedangkan nilai ekspor karet turun sebesar 5,39 persen atau senilai 2,635 juta dolar AS, sedangkan pada Oktober 2012 tercatat sebesar 2,785 juta dolar AS.

Sementara nilai ekspor cangkang sawit tercatat sebesar 1,111 juta dolar AS atau naik sebesar 112,43 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Oktober 2012 yang tercatat sebesar 523 ribu dolar AS.

"Nilai ekspor cangkang sawit mengalami peningkatan yang sangat drastis dibanding dua komoditas ekspor unggulan yakni batu bara dan karet," tambahnya.

Djoko menambahkan bahwa nil0ai ekspor Provinsi Bengkulu pada Januari hingga November 2012 tercatat sebesar 245,702 juta dolar AS atau naik sebesar 9,79 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Januari hingga November 2011 yang tercatat sebesar 223,783 juta dolar AS.

Berdasarkan komoditas, nilai ekspor batu bara pada Januari hingga November 2012 tercatat sebesar 210,6813 juta dolar AS atau naik sebesar 36,22 persen bila dibandingkan pada Januari hingga November 2011 yang tercatat sebesar 154,660 juta dolar AS.

Sementara nilai ekspor karet pada Januari hingga November 2012 tercatat sebesar 28,066 juta dolar As atau turun sebesar 53,74 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Januari hingga November 2011 yang tercatat sebesar 60,669 juta dolar AS.

Sedangkan nilai ekspor cangkang sawit pada Januari hingga November 2012 tercatat sebesar 6,010 juta dolar AS atau naik sebesar 12,02 persen bila dibandingkan pada Januari hingga November 2011 yang tercatat sebesar 5,365 juta dolar AS.

"Nilai ekspor biji besi pada Januari hingga November 2012 tercatat sebesar 945 ribu dolar AS atau turun sebesar 69,40 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Januari hingga November 2011 yang tercatat sebesar 3,088 juta dolar As," katanya.

Pada November 2012, nilai ekspor berbagai komoditas ke India mencapai angka terbesar yakni 4,651 juta dolar AS atau 27,52 persen dari keseluruhan ekspor, diikuti Philipina 3,444 juta dolar AS atau 20,38 persen, Amerika Serikat 2,635 juta dolar AS atau 15,59 persen, Korea Selatan 1,958 juta dolar AS atau 11,59 persen.

Selanjutnya China 1,373 juta dolar AS atau 8,12 persen, Malaysia 1,130 juta dolar AS atau 6,68 persen, Thailand 1,111 juta dolar AS atau 6,57 persen dan Vietnam 599 ribu dolar AS atau 3,55 persen.(ant)

Friday, December 14, 2012

MELAMBATNYA PERTUMBUHAN PARIWISATA BALI DIPICU DEPRESIASI DOLAR

Melambatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Provinsi Bali dipicu oleh depresiasi mata uang dolar Amerika Serikat terhadap dolar Australia.

"Depresiasi dolar AS itu membuat warga Australia berbondong-bondong ke Amerika Serikat. Padahal, biasanya mereka menjadikan Bali sebagai tempat wisata favorit," kata General Manager Hotel Grand Istana Rama Kuta, Andi Ananto, dalam diskusi terbatas memperingati HUT ke-75 Perum LKBN ANTARA di Denpasar, Kamis (13/12) malam.

Sejumlah hotel di kawasan Legian dan Kuta, Kabupaten Badung, yang paling parah terkena dampak dari depresi dolar AS itu.

Hingga November 2012, target okupansi hotel di Bali rata-rata baru mencapai 80 persen. "Optimisme mencapai target 100 persen tetap ada, tapi tentu saja harus ditempuh dengan susah-payah," kata Kepala Biro Promosi dan Marketing Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung itu.

Andi menyayangkan, sikap pemerintah yang dianggapnya tidak serius dalam membantu pengelola akomodasi wisata di Bali dalam menghadapi persoalan tersebut.

Ia mencontohkan bahwa, dalam beberapa kali pameran pariwisata di luar negeri, sering kali pihak swasta yang berjuang sendiri.

"Pada bulan Oktober lalu kita ikut pameran di Moskow (Uni Soviet), `booth` (anjungan) kita kalah menarik dibandingkan dengan milik Malaysia," katanya.

Padahal menurut dia, atraksi seni yang disuguhkan oleh Malaysia tidak semenarik di anjungan Indonesia. "Namun karena di `booth` Malaysia dilakukan secara intensif 2-3 jam sekali sehingga mereka banyak dikunjungi orang, sedangkan kita hanya tampil dua kali dalam sehari. Di sini yang kami butuhkan kehadiran pemerintah," katanya menceritakan pengalamannya mengikuti "Othdiyk Leisure" di Moskow itu.

Hal yang sama juga diakui oleh Manajer Humas Hotel Aston Denpasar Rike Liwan. "Kami juga terkena imbas depresiasi itu. Bahkan hingga November 2012 okupansi kami hanya 70 persen," katanya dalam kesempatan yang sama.

Beruntung selama November mereka masih mendapat berkah dari penyelenggaraan pertemuan oleh instansi pemerintah dari berbagai daerah sehingga depresi dolar AS tidak sampai membuat mereka merugi.

Namun Andi dan Rike optimistis bahwa, tingkat hunian hotel di Bali akan kembali naik pada 2013 karena adanya serangkaian kegiatan menjelang KTT APEC. "Saya yakin semua hotel pasti kecipratan dari even tersebut," kata Andi.

Optimisme itu didasari atas banyaknya pesanan hotel untuk periode Januari-Maret 2013. Bahkan Hotel Grand Istana hingga Desember 2012 tingkat keterisian kamar untuk Januari 2013 sudah mencapai 50 persen, Februari 2013 sebesar 40 persen, dan Maret 2013 sekitar 27 persen.

Wisatawan Australia selama berada di Bali lebih banyak menghabiskan waktu malam harinya di kawasan Legian, sedangkan pagi hingga sore bermain selancar di Pantai Kuta.(ant)

Thursday, December 13, 2012

HARGA SAHAM IPO WASKITA RP380/LEMBAR

PT Waskita Karya Tbk menetapkan harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sekitar Rp380 per lembar dengan melepas 3,083 miliar lembar saham (32 persen).

Direktur Utama Waskita M. Choliq mengungkapkan masa penawaran saham perdana Waskita berlangsung pada 12-14 Desember 2012. Sedangkan pencatatan saham perdana akan dilakukan 19 Desember 2012. Adapun perolehan dana yang diharapkan dari penawaran saham perdana sekitar Rp1,17 triliun.

"Dana hasil penawaran IPO akan digunakan untuk modal kerja sekitar 60 persen, sisanya 40 persen untuk pengembangan usaha perseroan," tutur Choliq pada acara "media briefing" di Jakarta, Kamis.

Ia meyakini saham perdana Waskita akan diminati oleh investor dalam negeri maupun asing, menyusul kinerja emiten saham konstruksi tumbuh signifikan.

Untuk menjadi peminat investor, perseroan bersama penjamin pelaksana emisi telah melakukan "roadshow" di sejumlah kota besar di Indonesia.

"Perseroan juga menawarkan saham perdana ke investor di Singapura dan Hong Kong. Sedangkan investor di Malaysia dilakukan dengan cara `teleroadshow`," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Waskita mencatatkan kelebihan permintaan sekitar sembilan kali, dari saham yang dilepas 3,083 miliar menjadi 27 miliar lembar saham.

Waskita juga menawarkan 192,6 juta saham baru atau 2 persen dari modal yang ditempatkan.

Dalam rangka IPO, BUMN konstruksi ini menunjuk Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Sedangkan penjamin emisi lainnya di antaranya BNI Securities, Buana Capital, Danpac Securities, dan Valbury Asia Securities.(ant)

Tuesday, December 11, 2012

NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING PEROLEH PROYEK RP455 MILIAR

Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, perusahaan konstruksi swasta nasional, memperoleh proyek baru senilai Rp455 miliar di Bali dan Jakarta.

Proyek baru tersebut terdiri atas pengerjaan Hotel Kempinski senilai Rp305 miliar di Nusa Dua, Bali, dan proyek Altira Business Park senilai Rp150 miliar di Sunter, Jakarta.

"Proyek Hotel Kempinski dan Altira Business Park merupakan proyek dengan nilai signifikan yang berhasil diperoleh oleh perseroan menjelang penutupan tahun, sekaligus menunjukkan kepercayaan klien terhadap perseroan," kata Corporate Secretary perseroan Djohan Halim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Djohan Halim menjelaskan, pengerjaan proyek itu akan berlangsung dalam 1,5 tahun ke depan.

"Perseroan menargetkan dapat memperoleh kontrak baru senilai total Rp2,5 triliun hingga akhir tahun 2012. Dengan demikian, total kontrak tahun ini bersama dengan kontrak tahun lalu menjadi senilai Rp3,6 triliun," kata Djohan.

Nilai kontrak baru yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan Apartment Senopati Penthouse,Apartemen Botanica di Jakarta dan proyek Skyline Office & Condotel di Surabaya.

Laba bersih Nusa Konstruksi tumbuh 63 persen secara tahunan hingga kuartal III 2012. Laba bersih mencapai Rp37 miliar.

Anak perusahaan turut berkontribusi terhadap laba bersih. Laba dari anak perusahaan yang bergerak dalam bidang properti, Duta Buana Permata, tumbuh 186 persen mencapai Rp16 miliar.

Pada sisi pendapatan, Nusa Konstruksi membukukan pendapatan Rp839 miliar. Nilai pendapatan ini tumbuh empat persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hingga kuartal III 2012, 65 persen pendapatan perseroan berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan di Pulau Sumatera. Sejumlah 24 persen pendapatan berasal dari proyek yang berlokasi di Pulau Jawa.

Nusa Konstruksi juga mengerjakan berbagai proyek di wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang menjadi kontributor terhadap pendapatan.(ant)

KEMENKEU SIAPKAN KAJIAN BARANG KENA CUKAI TERBARU

Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah sedang menyiapkan kajian atas barang kena cukai terbaru yang akan dikenakan pada emisi kendaraan bermotor, telepon seluler dan limbah pabrik.

"Alasan pengenaan cukai jenis ini adalah karena konsumsi dan peredarannya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat," ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI mengenai pengenaan cukai atas minuman ringan berkarbonasi di Jakarta, Selasa.

Bambang menjelaskan alasan pengenaan cukai pada emisi kendaraan bermotor karena gas CO2 dan gas pencemar lainnya berdampak negatif terhadap kesehatan, pemanasan global dan perubahan iklim.

"Selain itu, kendaraan bermotor menyebabkan kemacetan dan membuat subsidi bahan bakar minyak membengkak," katanya.

Ia mengatakan negara-negara yang telah memberlakukan cukai jenis ini adalah Thailand, Korea Selatan, Singapura, Malaysia dan Filipina.

Kemudian, pengenaan cukai pada telepon seluler ataupun pulsa dengan alasan penggunaan telepon seluler secara berlebihan hingga melebihi 10 tahun akan menggandakan risiko kanker otak.

"Cukai ini sebagai instrumen untuk membatasi pemakaian pulsa telepon seluler," ujar Bambang.

Negara-negara yang telah menetapkan jenis cukai telepon seluler ini antara lain Amerika Serikat, India, Tajikistan, Estonia, Rumania, Serbia dan Slovenia.

Sedangkan, ia menambahkan pengenaan cukai kepada limbah pabrik atau environmental tax bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan hidup.

"Negara yang mengenakan adalah Uni Eropa yang terdiri atas 27 negara terhadap energi, transportasi, polusi, dan sumber daya," ujarnya.

Bambang mengharapkan kajian dari tiga usulan barang kena cukai ini akan siap dan selesai pada tahun depan.

Saat ini, pemerintah sedang mengajukan draf usulan cukai kepada minuman ringan berkarbonasi yang berpemanis untuk segera mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Namun, pemerintah memastikan untuk membatalkan pengajuan usulan tarif cukai bagi vetsin (MSG) dan berlian karena penghitungan dan implementasi di lapangan yang dirasakan sulit untuk diterapkan.

"Kalau MSG yang banyak menggunakan masyarakat kecil dan biaya pemungutan cukai tidak akan sebanding. Sedangkan berlian akan sulit untuk dimonitor, sehingga kami melihat yang lain," kata Bambang.(ant)

ASET PERBANKAN MALUKU TUMBUH 59,19 PERSEN

Total aset perbankan di Maluku tumbuh sebesar 59,19 persen sampai dengan Oktober 2012 yaitu dari Rp8,98 triliun menjadi Rp14,31 triliun..

"Pertumbuhannya cukup tinggi," kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Poltak Sitanggangnya di Ambon, Selasa.

Menurut dia, kalau dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan secara nasional yang hanya 18,9 persen, pertumbuhan perbankan di Maluku masih jauh lebih tinggi.

Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, kata Poltak, ada pertumbuhan sebesar 24,6 persen, yakni dari Rp6,6 trilun pada 2011 menjadi Rp8,22 triliun pada 2012.

"Kalau dibandingkan secara nasional tumbuh hanya 19,85 persen," katanya.

Dari sisi kredit, pertumbuhannya sebesar 24,04 persen, yakni dari Rp4,8 triliun tahun 2011 menjadi Rp5,99 triliun pada 2012 sampai dengan posisi Oktober atau hampir Rp6 triliun.

"Jadi tumbuh sebesar 24,04 persen, dan kalau dibandingkan secara nasional sebesar 23 persen hampir sama. Tapi jelas kita masih di atas," ujar Poltak Sitanggang.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Maluku sampai dengan Triwulan III mencapai 7,87 persen atau secara kumulatif pertumbuhan dari Januari - Nopember 2012 mencapai 9,06 persen, jauh di atas pertumbuhan nasional yang hanya 6,1 persen atau hampir 6,7 persen.

"Dengan pertumbuhan ekonomi Maluku seperti ini otomatis kemiskinan semakin berkurang, meskipun masih ada kekurangan terutama dari sisi pemerataan, sebab kalau kita melihat kue ekonomi yang tumbuh di Maluku sebesar 7 persen lebih itu memang masih mayoritas berada di Kota Ambon.

"Jadi inilah tantangan bagi kita bagaimana supaya kue ekonomi itu bisa menyebar ke seluruh kabupaten/kota di Maluku," ujarnya.

Sementara dari sisi kualitas tingkat kemacetan kredit itu non-performing loan (NPL) sebesar 3,15 persen, ini masih moderat karena di bawah lima persen tapi memang harus wanti-wanti.

"Memang secara nasional tingkat kemacetan sebesar 2,07 persen, kita masih diatas yakni 3,15 persen. Karena itu harus diantisipasi agar kredit macet tidak naik dan tetap berada di bawah lima persen," kata Poltak Sitanggang.

Kemudian dari sisi loan to deposit ratio (LDR) atau rasio dana pihak ketiga yang simpan di masyarakat berbanding dana yang kembali disalurkan kepada masyarakat sebesar 72,94 persen.

"Menurut kami masih belum optimal kalau bisa berkisar diantara 80 - 100 persen, artinya berapa dana masyarakat yang masuk sebenarnya harus sebesar itu juga yang disalurkan kepada masyarakat dan untuk Maluku baru 72,94 persen masih dibawah LDR secara nasional yakni 83,3 persen," jelas Poltak Sitanggang.

Jadi memang masih menjadi tantangan di Maluku bagaimana LDR bisa digenjot lagi untuk membiayai usaha mikro kecil dan menengah.

"Kami dorong terus pihak perbankan di daerah ini supaya tahun 2013 bisa mencapai 80 persen atau mencapai 100 persen, sehingga tidak ada dana dana yang mengendap di perbankan tetapi semua tersalurkan untuk membiayai perekonomian, khususnya untuk usaha mikro kecil dan menengah, ini yang terus kami giatkan," katanya.(ant)

Monday, December 3, 2012

DIY MEMILIKI OBJEK WISATA POTENSIAL BELUM TERGARAP

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki objek wisata yang potensial, namun sampai kini masih banyak yang berlum tergarap optimal, kata praktisi pariwisata Widi Utaminingsih.

"Contohnya, Kabupaten Gunung Kidul, termasuk memiliki potensi objek wisata yang melimpah, namun belum semua dikenal masyarakat karena belum digarap dengan optimal," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta ini, di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, Kabupaten Gunung Kidul tidak hanya dianugerahi keindahan alam pantai, namun juga keindahan kawasan Pegunungan Sewu berupa pegunungan karst yang di dalamnya terdapat gua dan sungai bawah tanah.

"Selama ini, wilayah tersebut memang belum digarap optimal, padahal banyak pelaku pariwisata di Provinsi DIY mengharapkan peran pemda setempat untuk serius menggarap potensi itu, "kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Ia mengatakan dengan penggarapan yang optimal, diharapkan kawasan Pegunungan Sewu dapat menjadi ikon pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, selain kawasan objek wisata alam pantai selatan.

"Potensi keindahan pegunungan karst tersebut harus dimaksimalkan. Jangan sampai potensi besar itu malah tidak memberi manfaat apa pun bagi masyarakat setempat," katanya.

Menurut dia, selama ini pariwisata DIY yang tampak hanya dibangun di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Padahal Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, dan Kulon Progo juga memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah menariknya.

"Yang paling penting bagaimana kreativitas pemda untuk menarik investor, sekaligus membangun citra DIY dan Gunung Kidul dengan potensi objek wisata karst Pegunungan Sewu menjadi daya tarik wisata.

Kalau digarap serius, saya optimistis pariwisata Gunung Kidul dan DIY umumnya akan lebih maju lagi," katanya.(ant)

Sunday, December 2, 2012

ASET BEKAS ASING JADI MILIK NEGARA

Pemerintah memantapkan status hukum sejumlah aset bekas milik asing/China menjadi barang milik negara dan barang milik daerah (BMN/BMD) sebagai tindak lanjut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas manajemen aset pengelolaan BMN.

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Tavianto Nugroho, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu menyebutkan, laporan hasil pemeriksaan BPK atas manajemen aset pengelolaan BMN tahun 2008 merekomendasikan perlu tertib administrasi, tertib fisik, dan tertib hukum BMN untuk mendukung terselenggara tugas dan fungsi dalam pengelolaan kekayaan negara.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan selaku pengelola barang milik negara (BMN), pada November 2012 telah menerbitkan beberapa keputusan atas penyelesaian status kepemilikan Aset Bekas Milik Asing/Cina (ABMA/C) dengan cara pemantapan status hukum menjadi Barang Milik Negara/Barang Milik Daerah (BMN/BMD).

Pemantapan status hukum itu dilakukan terhadap gedung kantor komando rayon militer, gedung kantor markas komando resor militer, gedung kantor tempat pemberian pembekalan, gedung kantor Dinas Kesehatan, gedung kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah, ruang pamer produk unggulan, gedung kantor kepala desa, gedung rumah sakit, gedung kantor veteran, gedung lapangan olahraga, dan gedung sekolah.

Aset-aset bekas milik asing itu terletak di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Medan, Pematang Siantar, Serdang Bedagai, Sibolga, Tapanuli Utara, Nias, Lampung, Wonogiri, Kediri, Pasuruan, Nganjuk, Pontianak, dan Makassar.

Aset yang dapat digolongkan ABMA/C adalah aset yang dikuasai negara yang berasal dari bekas sekolah asing/China, dan aset bekas milik perkumpulan atau organisasi yang bersifat eksklusif yang dilarang, termasuk di dalamnya aset bekas milik perkumpulan China yang menjadi sasaran aksi massa/kesatuan-kesatuan aksi tahun 1965/1966 terkait dugaan keterlibatan RRC dalam pemberontakan G-30S/PKI.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.06/2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK,o6/2011, penyelesaian ABMA/C bertujuan untuk mewujudkan optimalisasi pengelolaan Aset Bekas Milik Asing/Cina secara tertib, terarah, dan akuntabel untuk meningkatkan penerimaan negara dan/atau sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat yang diutamakan untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan.

Selain dimantapkan status hukum menjadi BMN/BMD, penyelesaian status kepemilikan ABMA/C dapat dilakukan dengan beberapa cara lain, yaitu dengan dilepaskan kepada pihak ketiga melalui pembayaran kompensasi kepada pemerintah, dikembalikan kepada pemilik perorangan yang sah, atau dikeluarkan dari daftar ABMA/C.

Penyelesaian ABMA/C dilakukan secara tuntas dan menyeluruh untuk menciptakan kepastian hukum dalam status kepemilikannya.

Sampai tanggal 22 November 2012, telah ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang penyelesaian status kepemilikan ABMA/C dengan cara pemantapan status hukum menjadi BMN/BMD sebanyak 97 aset, dengan rincian 17 ABMA/C dimantapkan status hukumnya menjadi BMN dan 80 ABMA/C dimantapkan status hukumnya menjadi BMD.

Penyelesaian status kepemilikan ABMA/C tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.(ant)

PRODUSEN MASIH RAGU PERMINTAAN MOTOR TUMBUH 2013

Produsen dan pemimpin pasar sepeda motor, PT Astra Honda Motor (AHM) ragu permintaan akan tumbuh tahun 2013, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan masih di atas enam persen.

"Tidak hanya faktor pertumbuhan ekonomi yang menjadi pertimbangan kami, tapi juga kebijakan pemerintah dan fluktuasi harga komoditas yang cenderung turun menjadi perhatian kami," kata Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya, di sela-sela kejuaraan balap di Bali, Minggu.

Ia menjelaskan ketentuan Bank Indonesia (BI) yang akan menerapkan ambang batas uang muka kredit kendaraan bermotor secara syariah pada 1 April 2013 akan sangat mempengaruhi permintaan sepeda motor.

Selama ini, diakuinya, setelah BI menerapkan ambang batas uang muka kredit kepemilikan kendaraan bermotor dari perbankan dan lembaga konvensional sebesar 20 persen pada 15 Juni 2012, sistem syariah menjadi jalan keluar bagi konsumen kelas bawah yang tidak mampu memberi uang muka tinggi untuk pembelian sepeda motor.

"Dengan adanya ketentuan baru itu, kami masih menghitung ulang proyeksi penjualan tahun depan. Awalnya, kami memprediksi penjualan bisa naik setidaknya lima persen tahun 2013," kata Margono yang memproyeksikan penjualan Honda mencapai 4,075 juta sampai 4,08 juta tahun ini.

Apalagi, kata dia, sebagian besar atau 70-80 persen penjualan sepeda motor masih secara kredit dan lebih dari 60 persen penjualan dihasilkan dari segmen kelas bawah, seperti Honda Beat dan Revo.

"Jadi pertumbuhan ekonomi tidak menentukan kenaikan penjualan sepeda motor. Tahun ini pertumbuhan ekonomi juga di atas enam persen, tapi penjualan sepeda motor secara nasional turun sekitar 13 persen," kata Margono.

Menanggapi pengaruh penjualan menjelang Pemilu, karena diperkirakan tahun depan merupakan tahun politik jelang Pemilu 2014, ia mengatakan biasanya permintaan sepeda motor justru meningkat.

"Pada saat menjelang Pemilu, pengeluaran dan peredaraan uang mulai kelihatan dan mendorong permintaan sepeda motor, jadi positif," katanya.

Oleh karena itu, Margono menegaskan pihaknya masih menghitung proyeksi penjualan tahun 2013 dengan mempertimbangkan faktor positif dan negatif yang mendorong pembelian sepeda motor.

"Kami berusaha realistis. AISI (Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia) awalnya memperkirakan akan terjadi pertumbuhan 10 persen tahun depan, sedangkan kami memperkirakan pertumbuhan hanya lima persen," katanya.

Dengan demikian perkiraan awal, lanjut Margono, penjualan sepeda motor tahun depan hanya sekitar 7,4 juta sampai 7,7 juta unit. Jumlah tersebut masih dibawah angka tahun 2011 sekitar delapan juta unit. (ant)

CABUT IZIN INVESTOR YANG TAK BERAKTIVITAS

Kalangan DPRD Maluku Utara (Malut) meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk mencabut izin investor yang tak beraktivitas, terutama yang izinnya lebih dari lima tahun.

"Banyak investor yang mengantongi izin di Malut, tapi sebagian besar belum beraktivitas. Izin investor yang belum beraktivitas itu sebaiknya dicabut karena merugikan daerah," kata Anggota DPRD Malut, Rusmin Latara di Ternate, Minggu.

Investor yang mengantongi izin untuk usaha pertambanga misalnya, saat ini tercatat lebih dari 100 investor tambang yang mengantongi izin di Malut, tapi yang sudah merealisasikan usaha baru belasan investor.

Menurut dia, investor yang mengantongi izin, namun tidak melakukan aktivitas tersebut jelas sangat merugikan daerah, karena potensi tambang yang izinnya dimiliki investor bersangkutan tidak memberi kontribusi pendapatan kepada daerah dan masyarakat setempat.

Padahal tujuan pemda memberikan izin kepada investor untuk mengarap potensi sumber daya alam agar bisa meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja dan berbagai usaha lainnya yang muncul setelah beroperasinya usaha investor bersangkutan.

"Pemda sebaiknya mengalihkan izin investor yang tak beraktivitas tersebut kepada investor lain yang lebih serius, baik yang selama ini telah beroperasi di Malut maupun yang baru melakukan penjajakan investasi di daerah ini," katanya.

Di Malut ada investor yang cukup serius mengembangakan investasinya, di antaranya PT Aneka Tambang (Antam), bahkan perusahan tambang milik Negara ini tengah membangun industri feronikel di Kabupaten Halmahera Timur untuk mengolah biji nikel yang diekslpoitasinya di daerah ini.

Rusmin juga meminta kepada pemda di Malut untuk menuntaskan permasalahan sejumlah perusahan di Malut, seperti perusahan perkebunan kelapa sawit di Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan terkait batas lahan dengan masyarakat setempat.

Pemda harus menyelesaikan secara bijak permasalahan perusahan dengan warga setempat tersebut agar di satu sisi perusahan tetap dapat mengembangan usahanya dan di sisi lain masyarakat setempat tidak dirugikan hak-haknya.(ant)

DISBUN SIAPKAN KOMODITAS EKSPOR BERSERTIFIKAT ORGANIK

Dinas Perkebunan Provinsi Bali menyiapkan sejumlah produk komoditas ekspor bersertifikat organik agar bisa bersaing di pasar internasional.

"Pengajuan sertifikat organik itu merupakan upaya mempersiapkan produk hasil perkebunan Pulau Dewata berkiprah dalam pasar bebas 2015," kata Kepala Seksi dan Sarana Usaha Dinas Perkebunan Provinsi Bali, IGA A Oka Antari, di Denpasar, Minggu.

Menurut dia ada beberapa jenis produk yang diajukan untuk memperoleh sertifikasi organik pada tahun ini, di antaranya kopi arabika dan jambu mete.

Sertifikasi tersebut diajukan ke sebuah lembaga sertifikasi standar yang berasal dari Jawa Timur.

"Dengan sertifikasi itu, produk perkebunan akan memiliki standar keamanan pangan dan kualitasnya pun terjamin karena terbebas dari bahan kimia," ujarnya.

Menurut dia jambu mete organik hasil panen petani di Bali diminati masyarakat di sejumlah negara di Eropa dan Asia. "Ekspor jambu mete dari Bali rata-rata 125 ton per tahun," katanya.

"Jumlah tersebut seusai dengan permintaan pengekspor, PT Profil Mitra Abadi yang berkantor pusat di Tangerang, Banten," katanya.(ant)

Saturday, December 1, 2012

PERTAMINA TANAM 55.000 POHON DI PANTAI JEPARA

PT Pertamina (Persero) melakukan penanaman 55.000 pohon di kawasan pantai Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dalam rangkaian peringatan HUT Pertamina ke-55 yang jatuh pada 10 Desember 2012.

Penanaman pohon yang diawali di kawasan pantai Desa Tanggultlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Sabtu, tersebut dilakukan General Manager Pertamina Fuel Retail Marketing Region IV Rifky E. Hardijanto dan Wakil Bupati Jepara Subroto.

Ikut dalam acara penanaman pohon tersebut, jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Jepara, jajaran karyawan Pertamina, LSM, dan masyarakat desa setempat.

Jenis pohon yang ditanam di lahan seluas 10 ribu meter persegi tersebut antara lain jenis cemara laut, cemara udang, nyamplung, dan kelapa.

Menanam pohon, lanjut Rifky, merupakan warisan untuk generasi yang akan datang serta mampu merehabilitasi hutan pantai Jepara sehingga dapat mencegah abrasi dan intrusi air laut serta untuk memulihkan fungsi ekologis dan ekonomis hutan pantai.

"Dalam jangka waktu lima tahun yakni 2011 hingga 2015, target Pertamina menanam 100 juta pohon se-Indonesia," kata GM Pertamina Fuel Retail Marketing Region IV Rifky E. Hardijanto usai melakukan penanaman pohon.

Di tingkat Jateng-DIY, ada 400.000 pohon yang sudah ditanam di beberapa daerah, seperti di Sleman, Boyolali, Tegal, Banjarengara, dan Solo. Dari jumlah pohon yang ditanam tersebut bisa menyerap karbon dioksida (CO2) lebih dari 10 ton per tahun.

Penanaman pohon tersebut tidak seluruhnya dilakukan di kawasan pantai, tetapi ada juga di pegunungan. Jenis pohon yang ditanam juga beragam termasuk pohon keras dan buah-buahan.

"Kami tidak sekadar menanam, tetapi juga akan melakukan perawatan dengan terus mengawasinya. Jadi, jika ada yang mati akan diganti baru, sehingga jumlah pohonnya tidak akan berkurang," katanya.

Untuk perawatan pohon, Pertamina bekerjasama dengan dengan LSM serta dengan masyarakat.

Dalam kesempatan sama, Wakil Bupati Jepara Subroto mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pertamina yang telah membantu melakukan penanaman pohon di pantai Jepara.

"Kabupaten Jepara memiliki pantai kurang lebih 72 kilometer. Hutan mangrove yang semestinya melindungi daratan dari ancaman abrasi dan intrusi air laut telah rusak, sehingga perlu ditangani bersama baik pemerintah, swasta, dan masyarakat," katanya.

Apalagi, tambah Subroto, target Pemerintah Kabupaten Jepara adalah menjadikan kawasan pantai menjadi tempat tujuan wisata.(ant)

KEMENKOP UKM AJAK PEREMPUAN NTB WIRAUSAHA

Deputi Sumber Daya Manusia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Prakoso Budi Susetyo, mengajak kaum perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Barat berwirausaha dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kaum perempuan memiliki ketelatenan dan pintar dalam mengatur keuangan. Itu potensi yang dimiliki perempuan yang bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha," katanya pada acara pembukaan kegiatan pendidikan dan pelatihan pengolahan produk unggulan daerah bagi wirausaha baru se Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Sabtu.

Kegiatan pelatihan yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Malindo, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, tersebut diikuti oleh 310 calon wirausaha baru dari kalangan perempuan.

Prakoso mengatakan, salah satu bukti bahwa, kaum perempuan mampu berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah adalah adanya koperasi wanita (Kopwan) yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kondisi operasional yang cukup maju.

Oleh sebab itu, ia berharap kaum perempuan bisa menjadi bagian dari program penciptaan wirausaha baru secara nasional, khususnya di Provinsi NTB yang ditargetkan sebanyak 100 ribu wirausaha baru sejak 2009-2013.

"Saya yakin kaum perempuan di NTB, mampu mengambil peran untuk membantu ekonomi keluarga dan pertumbuhan ekonomi daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki, seperti potensi jagung, rumput laut dan sapi," ujarnya.

Menurut dia, dengan tercapainya program 100 ribu wirausaha baru di Provinsi NTB pada 2013, maka Provinsi NTB akan menyumbang sebesar 0,44 persen dari target dua persen jumlah pengusaha atau sekitar satu juta orang dari 238 juta penduduk Indonesia saat ini.

Saat ini, jumlah pengusaha di Indonesia, sekitar 1,56 persen dari total penduduk sekitar 238 juta jiwa. Kondisi itu masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju di kawasan Asia dan Eropa, di mana jumlah pengusahanya mencapai 20 persen dari total penduduknya.

Oleh sebab itu, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mendorong masyarakat menjadi pengusaha dengan mengolah sumber daya alam yang sangat melimpah, termasuk dengan melatih kaum perempuan di NTB, bagaimana cara menjadikan produk unggulannya menjadi daya ungkit ekonomi.

Berbagai produk olahan berbahan baku lokal yang dihasilkan para wirausaha dari kaum perempuan ini nantinya diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.

"Namun yang harus diwaspadai adalah kontinuitas. Jangan sampai panas-panas tahi ayam. Jangan sampai sesuatu usaha yang sudah berjalan baik, berhenti begitu saja. Kalau itu terjadi, bisa jadi peluang bagi kompetitor lain, terutama produk impor," katanya.

Prakoso juga menjanjikan, bantuan modal usaha sebesar Rp75 juta bagi para para peserta pelatihan, namun dengan mekanisme pengajuan proposal. Usaha yang dinilai layak dari sisi ekonomi dan punya potensi berkembang, itu lah yang akan memperoleh bantuan permodalan.(ant)

EKSPOR BALI KE AS MASIH MENGGEMBIRAKAN

Realisasi ekspor aneka barang industri kecil dan kerajinan, hasil pertanian, perkebunan maupun perikanan Bali ke Amerika Serikat masih menggembirakan, walaupun negeri itu masih mengalami krisis ekonomi.

Konsumen AS hingga kini masih merupakan pembeli terbesar aneka barang kerajinan masyarakat Bali, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Sabtu.

Perolehan devisa nonmigas Bali selama Januari-September 2012 mencapai 353 juta dolar AS, sekitar 25 persen atau 88,5 juta dolar diantaranya adalah hasil perdagangan ke negeri Paman sam tersebut.

Walau perekonomian negeri adidaya itu diperkirakan tumbuh hanya 2,9 persen tahun 2010 dan pemulihan ekonomi lamban, tetapi konsumen Amerika Serikat masih merupakan pembeli terbesar aneka barang kerajinan masyarakat Bali.

Importir asal negeri Paman Sam tersebut umumnya membeli aneka kerajinan berupa patung kayu jenis kontemporer yang banyak diminati masyarakat setempat, karena harga terjangkau dan kualitas yang disuguhkan setimpal.

Pakaian jadi juga banyak dikapalkan ke negeri itu, disamping hasil perkebunan berupa Vanili, sebagai bahan baku makanan ringan, serta ikan jenis tuna segar maupun yang sudah dibekukan, memperbesar perolehan devisa dari AS.

Pembeli aneka barang kerajinan bernilai seni buatan masyarakat Bali setelah AS adalah konsumen asal Jepang yang berada di peringkat kedua dengan membeli seluruhnya seharga 52,8 juta dolar selama Januari-September 2012.

Mata dagangan yang dibeli importir negeri Sakura tersebut sebagian besar adalah hasil perikanan, tambah putu Bagiada, sambil menyebutkan Australia adalah pembeli terbesar ketiga dengan 23,8 juta dolar.

Sementara konsumen Prancis yang terkenal menginginkan aneka barang seni jenis antik berada diurutan empat dengan mengeluarkan devisa 22 juta dolar untuk membeli aneka ragam barang aksesori buatan masyarakat Pulau Dewata.

Aneka barang kerajinan bernilai seni buatan masyarakat Bali laku keras di pasaran ekspor, karena para importir akan menjual kembali setelah tiba di negaranya, seperti di AS, Jepang, Belanda, Singapura dan sebagainya.

Semakin lancar realisasi ekspor Bali berkat kondisi ekonomi global semakin membaik, terutama di negara konsumen Jepang dan Eropa, maka diharapkan mampu meningkatkan realisasi ekspor nonmigas Bali, harap Bagiada.(ant)

Monday, November 26, 2012

BEI: PENCAPAIAN IHSG MENUNJUKKAN OPTIMISME INVESTOR

Jakarta, 26/11 - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, pencapaian poin tertinggi baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini menunjukkan optimisme investor asing dan domestik terhadap pasar modal.

"Sebetulnya secara umum kinerja ekonomi Indonesia juga masih cukup bagus. Kendati pada Agustus lalu indeks BEI sempat turun cukup dalam karena ada persoalan di pasar keuangan," ujar Ito di Jakarta, Senin.

Pada 2013, beberapa isu global masih tetap memberikan dampak kepada pergerakan IHSG BEI. Namun, diperkirakan lebih ringan dari tahun ini.

Ia menilai, krisis yang terjadi saat ini diperkirakan tidak akan jauh lebih berat. Apalagi sejumlah persoalan juga diperkirakan sudah dapat ditemukan solusinya pada 2013.

Pada perdagangan saham BEI hari ini, IHSG BEI ditutup naik 26,36 poin atau 0,61 persen ke posisi 4.375,17. Beberapa sektor pendukung diantaranya konsumsi, manufaktur, namun sektor tambang melemah. IHSG juga menguat seiring positifnya indeks Asia.

Analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, adanya berita positif sehari menjelang pertemuan Euro Group untuk menemukan solusi "bailout" Yunani mengantarkan IHSG BEI menyentuh level tertinggi terbarunya.

Selain itu, lanjut dia, ekspektasi positif kenaikan penjualan ritel AS saat "Thanksgiving Day" juga menjadi salah satu faktor indeks BEI meningkat meski bursa saham lainnya cenderung menguat terbatas, bahkan beberapa diantaranya ada yang mulai melemah.

Sepanjang perdagangan Senin (26/11) ini, dikemukakan reza, IHSG sempat menyentuh ke 4.377,52 (level tertingginya) jelang akhir sesi kedua dan menyentuh level 4.350,38 (level terendahnya) jelang akhir sesi pertama dan ditutup di posisi 4.375,17.

Sementara, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG ditutup menguat menembus rekor tertinggi menyusul sentimen positif dari regional paska kenaikan bursa AS pada Jumat pekan lalu.

"Kenaikan bursa AS pekan lalu seiring dengan optimisme akan tercapai kesepakatan anggaran sehingga `fiscal cliff` dapat dihindari," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, data manufaktur China yang tumbuh pertama kali sejak 13 bulan terakhir dan "business confidence" di Jerman yang naik turut menyumbang dorongan positif bagi bursa saham.(ANTARA)

OJK: TUJUAN IURAN AGAR TIDAK BERGANTUNG APBN

Jakarta, 26/11 - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengemukakan, tujuan dilakukannya iuran kepada industri keuangan agar OJK tidak bergantung terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2017 mendatang.